Selasa, 11 November 2008

TINA BELAJAR MANDIRI“Tina, piring kamu belum dicuci yach? Kalau habis makan itu dicuci sendiri dong, masa udah gede ngga bisa cuci piring sendiri?”, ujar Bunda dari dapur. Aku yang sedang asyik baca majalah Bobo terbaru tidak menyahut sedikitpun, meski aku mendengar teriakan Bunda! “Eh, eh.....malah asyik baca majalah. Kamu denger ngga apa yang diucapin Bunda tadi?”. Aku mengangguk, meski tetap sambil membaca majalah. Tiba-tiba saja majalah itu direbut oleh Bunda. “Ah, Bunda ceritanya lagi seru”, rengutku. “Bunda akan berikan majalah ini kalau kamu sudah cuci piring, dan kemudian belajar. Besok kamu ulangan toch. Ayo cepet!!!”.Esok harinya dengan muka cemberut aku langsung masuk ke kelas 5, tempat aku belajar sehari-hari. Tiba-tiba saja Rudi datang mencolek-ku dari belakang. “Ada apa nona Tina? Kok cemberut sich. Nanti cantiknya hilang”, sindirnya. Aku menoleh malas ke arah ketua kelas ku yang bijaksana itu. “Aku lagi marahan sama Bundaku Rud. Masa sich hanya karena lupa cuci piring aja, Bunda marah-marah dan menyita majalahku sich!”. Rudi langsung mengerti alasan wajah Tina ditekuk seperti itu. Pulang sekolah Rudi kemudian mengajak Tina ke rumah nya yang tidak terlalu jauh dari sekolah. Tak lupa Tina menelpon rumah memberi tahu keterlambatannya. Di rumah Rudi, Tina membaca majalah Bobo terbaru, karena Rudi juga berlangganan majalah tersebut. “Di minum dulu Tin”, sahut Rudi sambil menaruh nampan berisi dua gelas es sirup orange. “Loh, kok kamu yang bikin sich Rud? Bukannya kamu punya Mba Ijah yang bantuin kamu?”, Tanya Tina keheranan. Rudi geleng-geleng kepala, “Tin, Mba Ijah lagi ke pasar beli sesuatu. Lagian kalau bisa kamu kerjaiin sendiri, ngapain minta bantuan orang lain. Itu baru yang namanya Mandiri bukan mandi sendiri........”.Tina merasa omongan Rudi ada benarnya, dan belakangan dia teringat kemarahannya terhadap Bunda! Ah rupanya memang aku yang salah dech.Sore harinya ketika Tina sedang belajar dan mengerjakkan PR, tampak Bunda baru pulang bekerja. “Loh siapa ini yang bikin the. Ehmm masih hangat.....enak lagi”, ujar Bunda. “Itu Tina yang bikin Bunda. Enak ngga?”.“Wah enak sekali, makasih yah Tina! Rupanya kamu udah bisa mandiri bikin teh sendiri. Nah sebagai imbalannya atas teh yang enak ini dan kejadian kemarin. Lihat apa yang Bunda bawa.......”.Tina merasa senang sekali karena Bunda ternyata membawa buku favoritnya yang dia idam-idamkan. “Wah makasih yach Bunda. Tina juga minta maaf nich sama Bunda tentang kejadian semalam. Mulai sekarang Tina akan belajar mandiri dech”.Bunda tersenyum sambil membelai kepala Tina

Kata Pengantar / Amanat Cerita
Banyak cara jadi anak-anak yang lebih oke. Salah satunya cerpen yang singkat maknanya berlipat ganda.
Cerita bermakna ini dapat menjadi pedoman bagi anak-anak bahwa mereka harus mandiri agar mereka dapat terbiasa melakukanya setiap hari dan lama-lama terbiasa untuk masa yang akan datang.
Selain itu kita bisa mengajarkan mereka bahwa bila kita melakukan kebaikkan akan dibalas dengan kebaikkan yang lain.

Tidak ada komentar:

Powered By Blogger

Olahraga paling top

Liga bola paling top